Raja Banjar Dielu-elukan di Kalbar

Kesultanan Banjar pernah dihapuskan Pemerintah Belanda terhitung sejak 9 Juni 1960. “Kesultanan Banjar secara yuridis dihapus oleh Belanda. Alhamdulillah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007, Lembaga Adat Banjar diberi kesempatan bangkit, seperti keraton-keraton lain di Nusantara. Dan, pada waktu itu ulun (saya) dilantik oleh 28 raja-raja Nusantara,” kata Raja Muda Kesultanan Banjar H Gusti Khairul Saleh.

Kendati relatif baru dinobatkan sebagai Raja Muda Kasultanan Banjar, H Gusti Khairul mengaku bahagia. “Kesultanan Banjar mendapat undangan ke Universitas Leiden, Belanda, Prancis dan Kanada. Mereka meminta membawa tarian khas Banjar. Semua gratis, tinggal bawa awak (badan) saja. Alhamdulillah, budaya kita mendapat apresiasi tinggi juga di luar negeri,” tutur Raja Muda dengan wajah berbinar.

Kehadiran Raja Muda Kesultanan Banjar dikawal rombongan Kesultanan Banjar. Antara lain, Tatuha Dewan Pemangku Adat Banjar Pangeran H Gusti Rusdi Effendi AR, H Pangeran Chairiansyah, H Pangeran Abidinsyah, Datuk Mangku Adat H Syarifuddin AR, Datuk Cendikia Hikmadiraja.

Segenap tokoh Banjar di Kalbar hadir, mulai Prof Dr H Syamsuni Arman, Rektor UPB Dr Ir Rahmatullah Rizieq MSi hingga anggota DPRD Kota Pontianak.

Silaturrahmi dengan KKB Kalbar kemarin, merupakaan rangkaian Raja Muda Kesultanan Banjar, sebelum menghadiri undangan Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mardan Adijaya dalam Napak Tilas Opu Daeng Manambon melalui jalur laut menuju Sebukit Rama.

Sumbangan Kesultanan

Laiknya silaturrahmi di Banjar, pertemuan digelar lesehan dengan atribut khas banjar. Mulai matras hingga makanan dan minuman khas banjar. Tak ketinggalan segenap anggota KKB mengenakan busana Sasirangan.

“Ulun (saya) senang bisa datang kedua kali lagi di sini. Sampai kada (tak bisa) bisa diungkapkan dengan kata-kata. Hari ini bisa tekumpul lawan (berkumpul dengan) orang-orang Banjar dan tokoh-tokohnya. Sudah dua kali ulun datang ke sini,” kata Pangeran H Gusti Kharirul Saleh seraya mengulumkan bibir.

Setelah tokoh Banjar Kalbar memberi sambutan, giliran Tatuha Dewan Pemangku Adat Banjar Pangeran H Gusti Rusdi Effendi AR. Suasana yang semua sedikit formal pun berangsur-angsur cair melalui canda ala Banjar Pangeran H Gusti Rusdi Effendi AR.

Pangeran H Gusti Rusdi Effendi AR juga menyatakan kebahagiaannya dua kali mengunjungi Kota Pontianak. “Kita urang (orang) Banjar jangan supan (sungkan) dan harus bangga karena urang-urang kita, khususnya di media di Kalimantan berkembang,” kata Pangeran H Gusti Rusdi.

Pangeran H Gusti Rusdi yang juga Pemimpin Umum Banjarmasin Post tak lupa menggoda Kasdam Tanjungpura yang duduk di samping Raja Muda H Gusti Khairul. “Urang-urang yang ditempa di Banjar, umumnya sukses. Ada contohnya, Pak Amin Alianyang ini, sekarang Kasdam. Mudah-mudahan terus Pangdam, mungkin juga di tempat lain,” kata Pangeran H Gusti Rusdi disambut tepuk-tangan.

“Sudah 100 tahun budaya kita tenggelam dan saatnya kini melestarikan budaya yang kita miliki. Dan, rencananya kesultanan membangun keraton di atas tanah seluas sekitar tiga hekrtae dari 10 hektare. Sekarang tanahnya telah siap,” tutur Pangeran H Gusti Rusdi.

Acara yang berlangsung kekeluargaan, sarat senda gurau secara akrab. Berbagai suguhan makanan khas Banjar melengkapi temu-kangen ini. Sebelum acara dimulai, semua undangan makan malam bersama dengan ala seprahan.

Kudapan khas Kalbar seperti Bingka pedas dan goreng pisang srikaya dijadikan suguhan makanan ringan yang untuk Pangeran H Khairul Saleh bersama rombongannya dan para tamu undangan yang hadir.

Untuk-untuk makanan khas Banjar pun tak lupa disajikan. “Nah ini untuk-untuk biasa dimakan di Banjar,” celetuk Pangeran H Gusti Rusdi Effendi AR lalu menyantap kue roti goreng berisi inti kelapa tersebut.

Menjelang purna silaturahmi, Raja Muda Pangeran H Gusti Khairul Saleh menyerahkan cinderamata dan bantuan dana Rp 5 juta kepada Ketua Kerukunan Keluarga Banjar Prof DR H Syamsuni Arman.

Silaturrahmi diakhiri Shalawat Nabi, para tamu yang hadir saling berpelukan dan bersalaman satu sama lain untuk pamitan pulang. Sebelum berpisah, segenap KKB Kalbar bergantian meminta foto bareng Raja Muda Kesultanan Banjar H Gusti Khairul Saleh. (mir)

Leave a Reply