Sejarah Kesultanan Banjar

Bagian 1: Kesultanan Banjar (1520-1860)

KESULTANAN Banjar  berdiri pada tahun 1520 . Kesultanan Banjar semula  berada di Kampung Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kesultanan Banjar kemudian dipindah ke Martapura, Kabupaten Banjar yang disebut juga Kerajaan Kayu Tangi. Kesultanan Banjar masuk Islam pada 24 September 1526. Kesultanan Banjar dihapuskan  oleh pemerintah Belanda pada 11 Juni 1860. Pemerintahan darurat/pelarian berakhir 1905).

Ketika ibu kotanya masih di Banjarmasin, Kesultanan Banjar disebut Kesultanan Banjarmasin. Kesultanan Banjar merupakan penerus dari Kerajaan Negara Daha yaitu kerajaan Hindu yang beribukota di Kota Negara, sekarang merupakan ibukota Kecamatan Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan.

Menurut mitologi suku Maa­nyan, suku tertua di Kalimantan Selatan, kerajaan pertama adalah Kerajaan Nan Sarunai yang wilayah kekuasaannya terbentang luas mulai Tabalong hingga ke daerah Pasir.  Keberadaan mitologi Maanyan menceritakan tentang masa-masa keemasan Kerajaan Nan Sarunai, sebuah kerajaan purba yang dulunya mempersatukan etnis Maanyan di daerah ini dan telah melakukan hubungan dengan pulau Madagaskar. Kerajaan ini mendapat serangan dari Majapahit sehingga sebagian rakyatnya menyingkir ke pedalaman (wilayah suku Lawangan).

Read more

Bagian2: Kesultanan Banjar (1520-1860)

Gambaran umum abad ke-19 bagi Kesultanan Banjar, bahwa hubungan kerajaan keluar sebagaimana yang pernah dijalankan sebelumnya, terputus khususnya dalam masalah hubungan perdagangan internasional. Tetapi kekuasaan sultan ke dalam tetap utuh, tetap berdaulat menjalani kekuasaan sebagai seorang sultan

Read more

Bagian 3: Kebangkitan Kesultanan Banjar

Komitmen Khairul Saleh untuk memelihara dan membangkitkan budaya Banjar sudah tertanam sejak lama. Jauh sebelum Pangeran Khairul Saleh dilantik sebagai Raja Muda Kesultanan Banjar, beliau sudah lama duduk sebagai Ketua Yayasan Sultan Adam. Bersama Pangeran H Rusdi Effendi AR, Pemimpin Umum Banjarmasin Post Group, dan tetuha kerabat kesultanan, Khairul Saleh mengaktifkan yayasan ini guna mempertautkan kembali warisan/peninggalan Kerajaan Banjar yang pernah berjaya di Kalimantan. Di  antara kegiatannya adalah memelihara semangat kekeluargaan dan silaturahim para zuriat Kesultanan Banjar serta melakukan kegiatan-kegiatan budaya.

Khairul Saleh juga aktif dalam kegiatan serupa yang dilaksanakan oleh Forum Silaturahim Keraton Nusantara (FSKN). Atas komitmen tersebut maka Khairul Saleh dihadiahi Keris Pusaka Singasari abad ke-12 oleh Ketua  FSKN Sri Susuhunan Paku Buwono XIII Tedjowulan, dalam sebuah acara resmi di istana Asserayyah al-Hasyimiyah Kesultanan Siak Sri Indrapura Riau, 12 Juni 2010.  Khairul Saleh sekaligus diangkat sebagai Ketua FSKN Regional Kalimantan.

Read more

Leave a Reply